Kamis, 05 Februari 2015

NASKAH PIDATO PERSIAPAN UJIAN NASIONAL 2015



Naskah Pidato Persiapan Ujian Nasional 2015

NASKAH PIDATO PERSIAPAN UJIAN NASIONAL

Assalamualaikum wr.wb,…

Yang terhormat kepala sekolah SMP MASEHI 3 PSAK SEMARANG
Yang terhormat Bapak/ibu guru SMP MASEHI 3 PSAK SEMARANG
Beserta siswa-siswi yang berbahagia,pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “ Langkah - langkah menghadapi Ujian Nasional ”.

Teman-teman yang saya cintai,
Ujian nasional 2015 sudah di depan mata, ujian nasional 2015 ini akan dilaksanakan pada bulan April mendatang. Dan ujian nasional ini merupakan pintu gerbang untuk memasuki pintu gerbang institusi pendidikan di jenjang yang lebih tinggi dari sebelumnya, yaitu SMA.

Banyak orang gagal mencapai keberhasilan karena mereka tidak memiliki berbagai persiapan dalam menghadapi ujian. Untuk itu ada beberapa tips atau kiat agar kita berhasil dan sukses menghadapi ujian nanti.
Adapun kiat-kiat Ujian Nasional adalah sebagai berikut :

1. Hadapilah ujian dengan tenang dan proporsional
Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan proporsional bahwa ujian sebagai sesuatu yang harus dihadapi dan dilalui. Sikap tenang akan memungkinkan kita menyusun rencana menentukan strategi dan menjalaninya dengan senang.

2. Bersikaplah proaktif
Proaktif adalah suatu sikap yang beranggapan bahwa kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini, termasuk dalam menghadapi UN. Yakinlah bahwa kerja keras dan usaha keras yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Dalam menyikapi standar minimal yang telah ditentukan, justru yang terbaik adalah kita sendiri membuat patokan standar nilai minimal. Misalnya, menargetkan 7,01 , 8,01 atau 9,01 sehingga yang muncul adalah tantangan bukan beban.

3. Buatlah rencana
Menghadapi ujian dapat diibaratkan sebagai perjalanan menuju sukses. Sebagaimana perjalanan sukses, sudah sepatutnya kita membuat perencanaan. Dari sekian banyak bahan pelajaran yang harus dipelajari dipilah-pilah antara bahan UN dari pusat dengan bahan ujian dari sekolah. Antara bahan kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, pelajaran hitungan dan hafalan, sehingga dapat dipelajari dengan teratur dan sistematis. Model belajar semacam itu dapat meringankan dan lebih mengefektifkan cara kerja otak. Salah satu hukum otak yaitu dapat bekerja maksimal dengan cara teratur dan sistematis.

4. Perbanyaklah baca dan latihan soal
Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga bimbingan belajar adalah para siswa banyak berlatih memecahkan soal-soal dengan cepat. Kita dihadapkan pada soal-soal yang harus dijawab dan dipecahkan dengan tepat. Dengan sering kita berlatih maka kita terbiasa dan terlatih, sehingga tidak cemas atau grogi dalam menghadapi soal (ujian).

5. Belajar kelompok
Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang dapat dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar dan prestasi. Para siswa daripada banyak bermain dan membuang-buang waktu dengan percuma, manfaatkanlah dengan cara belajar berkelompok dengan teman di sekolah atau di sekitar tempat tinggal kita.

6. Efektifkan belajar di sekolah
Masih terdapat siswa yang datang ke sekolah dan hadir di kelas dengan alakadarnya atau sekadar hadir, tidak mengoptimalisasikan semua potensi dirinya untuk meraih hasil terbaik dalam daya serap materi maupun prestasinya. Padahal jika dimaksimalkan, niscaya hasilnya akan lebih bagus kalaupun tidak ditambah dengan les-les yang lain di luar jam sekolah. Pada umumnya, para siswa kurang menggunakan kemampuan nalarnya dalam belajar, baru sebatas menghafal. Siswa juga masih kurang untuk bertanya, berdialog bahkan berdebat dengan gurunya. Padahal kemampuan bertanya salah satu upaya untuk memperkuat pemahamaman atau pengertian dan keterampilan belajar.

7. Mohon doa restu dari orang tua
Yakinlah bahwa jika kita lulus maka orang tua kita akan senang dan bangga. Jadikanlah perjuangan menghadapi UN 2015 sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua kita tercinta. Mohon doa restulah pada orang tua agar kita diberi kemudahan dan kelancaran. Kedua orang tua kita akan dengan senang mendoakan putra-putrinya yang sedang berjuang menghadapi UN.

8. Lakukan sholat malam
Jauhkanlah diri kita dari sifat sombong dan beranggapan bahwa keberhasilan kita semata-mata usaha dan kerja keras kita sendiri tanpa keikutsertaan Allah SWT. Untuk itu dengan segala kerendahan diri dan hati di hadapan-Nya, kita bersujud yang lama di setiap rakaat terakhir dari sholat malam, kita panjatkan doa agar diberi kesehatan, kemudahan dalam mengerjakan soal-soal UN nanti, dan kelulusan. Allah Maha tahu dan tentu akan mendengarkan dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya.

Sebelum saya mengakhiri pidato saya pada kesempatan kali ini, saya ingin mengucapkan “selamat berjuang teman-teman,pelajar SMP kelas IX. Dan semoga kita semua sukses ujian nasional 2015 dan lulus dengan hasil yang memuaskan.”

Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, akhirul kata, wassalamualaikum wr.wb.


Read More

Jumat, 30 Januari 2015

SEGMEN: BLOGWALKING BERSAMA AYUINSYIRAH



Segmen Blogwalking bersama Ayu Insyirah
 Untuk Join klik banner
SEGMEN: BLOGWALKING BERSAMA AYUINSYIRAH - Pada kesempatan ini Bimbingan Belajar29 kembali mengikuti sebuah segmen yang diadakan oleh sahabat Ayu Insyirah.
Semoga dengan mengikuti SEGMEN: BLOGWALKING BERSAMA AYUINSYIRAH ini bisa mendapatkan rekan baru, sahabat baru bahkan mungkin saudara baik didunia maupun akhirat nantinya
Amin...
Bagi rekan - rekan yang ingin join, silahkan klik banner diatas untuk mendapatkan persyaratannya.


Read More

Rabu, 28 Januari 2015

Konjungsi, Kalimat Simpleks dan Kompleks



Konjungsi Kalimat Simpleks dan Kompleks

Konjungsi, Kalimat Simpleks dan Kompleks
Konjungsi, konjungtor, atau kata sambung adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat. Contoh: dan, atau, serta, tetapi, sementara itu, sedangkan, dan selanjutnya.
Contoh     : 1).   Yang pertama sering disebut mahkluk hidup dan yang kedua disebut mahkluk mati.
                   2).   Tumbuh-tumbuhan tidak mempunyai otak, jantung, paru-paru, dan darah, tetapi tumbuh-tumbuhan hidup.

Keberadaan konjungsi pada  sebuah kalimat dapat menyebabkan kalimat tersebut menjadi kompleks. Berdasarkan kompleksitasnya, kalimat dibedakan menjadi kalimat simpleks dan kalimat kompleks.
 
Kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu struktur dengan satu verba utama.
Contoh     :  1).   Tumbuh-tumbuhan tergolong ke dalam mahkluk hidup.
                   2).   Tumbuh-tumbuhan  [[yang ditanam di kebun itu]] tergolong ke dalam mahkluk hidup.

Seperti yang terlihat pada contoh (1) dan (2), verba utama itu ialah tergolong. Verba ditanam, yang terletak pada bagian yang diletakkan di dalam tanda [[ ... ]], bukan verba utama. Pada dasarnya, bagian yang diletakkan di dalam tanda [[ ... ]] dapat dibuang dan hanya merupakan penjelas nomina yang ada didepannya.

Kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri atas dua struktur atau lebih dengan dua verba atau lebih.
Contoh     :  a).   Yang pertama sering disebut mahkluk hidup dan yang kedua disebut mahkluk mati.
                   b).   Tanaman kacang itu akan tumbuh subur apabila petaninya rajin menyiramnya.

Amatilah dengan cermat. Ternyata kalimat kompleks merupakan rangkaian dua kalimat atau lebih dengan konjungsi sebagai alat perangkainnya. Pada contoh (a), konjungsi yang digunakan adalah dan, sedangkan pada contoh (b), konjungsi yang digunakan adalah apabila.

KALIMAT MAJEMUK
Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat-kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk adalah kalimat yang terjadi dari gabungan dua kalimat tunggal atau lebih.

Karena kalimat majemuk merupakan gabungan dua kalimat tunggal atau lebih, maka dalam penggabungannya kalimat majemuk menggunakan kata gabung atau. Kata gabung dalam kalimat majemuk anatara lain : dan, sedangkan, walaupun, meskipun, atau, ketika, setelah, sebelum, sejak, saat, jika dan lain-lain.

JENIS KALIMAT MAJEMUK
1. Kalimat majemuk setara.
2. Kalimat majemuk bertingkat
3. Kalimat majemuk rapatan.
4. Kalimat majemuk campuran.

I. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah gabungan dua kalimat tunggal yang setara (sederajat) kedudukannya/ tidak ada yang lebih tinggi atau yang lebih rendah/ tidak ada induk kalimat dan tidak ada anak kalimat.

Kalimat majemuk setara dibagi manjadi 3 macam :
1) Kalimat majemuk setara menggabungkan. (menggunakan kata gabung: dan, sedangkan)
2) Kalimat majemuk setara pertentangan (menggunakan kata gabung : tetapi, meskipun, walaupun)
3) Kalimat majemuk setara pilihan. (menggunakan kata gabung : atau)


Contoh kalimat majemuk setara menggabungkan :
a. Ayah pergi ke kantor. (kalimat tunggal)
b. Saya pergi ke sekolah. (kalimat tunggal)
c. Ayah pergi ke kantor dan saya ke sekolah. (kalimat majemuk)


Contoh kalimat majemuk setara pertentangan
a. Ali anak yang pandai.(kalimat tunggal)
b. Ali anak yang malas belajar. (kalimat tunggal)
c. Ali anak yang pandai tetapi malas belajar. (kalimat majemuk)


Contoh kalimat majemuk setara pilihan.
a. Saya membeli kue donat.
b. Saya membeli pisang goreng.
c. Saya membeli kue donat atau pisang goreng.


II. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat adalah gabungan dua kalimat tunggal dimana ada bagian yang lebih tinggi kedudukannya yang disebut sebagai induk kalimat, dan ada bagian yang lebih rendah kedudukannya yang disebut sebagai anak kalimat.

Induk kalimat adalah bagian yang diterangkan.
Anak kalimat adalah bagian yang menerangkan/sebagai keterangan.
Jenis anak kalimat :
a) Anak kalimat sebagai keterangan waktu
b) Anak kalimat sebagai keterangan sebab
c) Anak kalimat sebagai keterangan syarat
d) Anak kalimat sebagai keterangan akibat
e) Anak kalimat sebagai keterangan
Contoh:Ayah menulis surat, adik berdiri di sampingnya
               S        P        O      S      P        ket. tempat

Kalimat majemuk ada bermacam-macam. yaitu kalimat majemuk bertingkat. Mari kita perhatikan berikut ini.

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang pola kalimatnya tidak
sederajat. Artinya, ada induk kalimat dan ada anak kalimat.

Anak kalimat mempunyai banyak fungsi, salah satunya berfungsi sebagai pengganti keterangan syarat.
Kata yang digunakan
adalah jika, sekiranya, seandainya.

Contoh kalimat majemuk bertingkat adalah sebagai berikut.
Saya yakin sekolah kita akan lebih maju


Read More

Segmen : New Year Blogwalking Januari by Sulyanie Ghazali



Segmen New Year Blogwalking Januari
*klik banner untuk join.

Segmen : New Year Blogwalking Januari by Sulyanie Ghazali - Pada kesempatan ini Bimbingan Belajar29 kembali mengikuti sebuah segmen yang diadakan oleh sahabat Sulyanie Ghazali.
Bagi rekan - rekan yang in gin meramaikan Segmen : New Year Blogwalking Januari by Sulyanie Ghazali, silahkan klik banner diatas

♥ Tarikh tutup : 31 JANUARI 2015
♥ Tujuan segmen nie untuk memudahkan sul dan peserta-peserta blogwalking dan follow blog-blog peserta yang lain.
♥ Senarai peserta akan diupdate setiap hari.
♥ Rajin-rajin kan diri jenguk + follow blog peserta yee. Dapat tambah follower jugak :)


Syarat dia simple jee. Hope segmen nie dapat sambutan. Jom join ramai-ramai :)






Read More

Kalimat Tunggal



Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa. Satu klausa tersebut ditandai oleh satu pola S (Subjek) dan satu P (Predikat). Adapun O (Objek), Pel (Pelengkap), dan K (Keterangan) keberadaannya bisa ada atau tidak ada.
Berdasarkan keberadaan P-nya, kalimat dapat digolongkan menjadi beberapa macam, yaitu :
A. Kalimat Nominal,
B. Kalimat Verbal,
C. Kalimat Ajektival,
D. Kalimat Numeral,
E. Kalimat Preposisional,
F. Kalimat Masdar.


A. Kalimat Nominal
Kalimat Nominal adalah kalimat yang P-nya berupa kata benda.
Misalnya :
a. Ayahnya sopir di kampungnya.   
        S           P            K
b. Ibunya guru di SMA 16.
       S         P          K
c. Kakaknya pedagang asongan.
          S                   P
d. Adiknya pemain bola.
         S              P


Kata-kata : sopir, guru, pedagang asongan, dan pemain bola adalah kata benda. Kalimat-kalimat tersebut sudah memenuhi syarat sebagai kalimat baku karena minimal sudah memiliki S-P. Kalimat-kalimat di atas sering disisipi ‘adalah atau ialah’ sebagai kopula untuk memperjelas kedudukannya sebagai P untuk kata sesudahnya.

B. Kalimat Verbal
Kalimat Verbal adalah kalimat yang P-nya berupa kata kerja. Kalimat verbal dapat digolongkan lagi menjadi 4 macam, yaitu :
a. Kalimat Taktransitif
Kalimat ini hanya berpola S-P, tanpa diikuti unsur O, maupun Pel, namun bisa ditambahkan K.
Contoh :
(1) Ia tidur di kantin.
      S   P        K
(2) Mereka pergi ke Makasar.
          S         P         K
(3) Anisa menangis kemarin.
          S        P            K
(4) Imam makan.
         S        P


b. Kalimat Ekatransitif
Kalimat ini berpola S-P-O, tanpa diikuti Pel, namun bisa ditambahkan K
Contoh :
(1) Romy menarik paku dari ban motornya.
         S         P         O            K
(2) Erwin memotong kabel listrik kemarin.
         S          P                 O           K
(3) Joni menangisi kepergian adiknya.
        S         P                 O
(4) Mereka menulis surat protes kepada panita.
           S         P             O                 K


c. Kalimat Dwitransitif  
Kalimat ini berpola S-P-O-Pel, namun bisa ditambahkan K
Contoh :
(1) Ayah membelikan adik baju baru kemarin.
        S          P             O         Pel        K
(2) Dia menjuluki pacarnya “Kucing Garong”.
        S        P            O               Pel
(3) Mereka mengijinkan kami buka suara.
          S             P             O       Pel
(4) Kami menyatakan hal itu salah alamat.
         S           P              O         Pel


d. Kalimat Semitransitif
Kalimat ini berpola S-P-Pel, tanpa O, boleh ditambahkan K.
Contoh :     
(1) Anak itu bermain bola.
            S           P      Pel
(2) Mereka berjualan koran di perempatan jalan.
          S           P           Pel           K
(3) Kakek kejatuhan kelapa di kebun.
          S          P           Pel      K
(4) Keputusan itu berdasarkan musyawarah.
               S               P                   Pel
(5) Hal itu merupakan konsekwensi kita.
          S         P                   Pel
(6) Sekarang ia menjadi bupati.
            K      S     P         Pel

C. Kalimat Ajektival

Kalimat ajektival adalah kalimat yang P-nya berupa kata sifat.
Contoh :
(1) Adiknya cantik.
           S         P
(2) Guru itu sangat ramah.
          S             P   
(3) Rumahnya megah sekali.
             S             P
(4) Kakaknya sombong.
             S            P


Kata-kata : cantik, sangat ramah, megah sekali, dan sombong adalah kata sifat. Kalimat-kalimat tersebut juga sudah memenuhi syarat sebagai kalimat baku karena minimal sudah memiliki S-P.

D. Kalimat Numeral                      
Kalimat Numeral adalah kalimat yang P-nya berupa kata bilangan.
Misalnya :
(1) Mobilnya dua.
           S         P
(2) Yang hadir enam belas orang.
             S                 P
(3) Kerbaunya tujuh ekor.
             S             P
(4) Temannya tiga puluh anak per kelas.
            S                     P


Kata-kata : dua, enam belas orang, tujuh ekor, dan tiga puluh anak per kelas adalah kata bilangan. Karena itulah kalimat-kalimat tersebut dinamakan kalimat numeralia.

E. Kalimat Preposisional
Kalimat Preposisional adalah kalimat yang P-nya berupa kata depan.
Contoh :
(1) Ayahnya dari Jakarta.
           S             P
(2) Ibunya di SMA 16.
           S           P
(3) Kakaknya ke stasiun kota.
             S              P
(4) Adiknya di lapangan bola.
           S              P

Kata-kata : dari Jakarta, di SMA 16, ke stasiun kota, dan di lapangan bola adalah kata-kata yang berkata depan atau berpreposisi.

F. Kalimat Masdar
Pola kalimat sederhana bahasa Indonesia asli S-nya berupa kata benda, sementara P-nya boleh berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, kata bilangan, maupun kata depan.
Namun demikian, dalam perkembangannya bahasa Indonesia tidak dapat menghindari pengaruh bahasa asing, khususnya bahasa Inggris termasuk pula dalam ragam kalimatnya.
Dalam bahasa Inggris dikenal gerund, yaitu kalimat yang subjeknya kata kerja.
Contoh :
(1) Fishing is my hobby.
           S             P
(2) Writing is very difficult for me.
            S             P

Berdasarkan hal tersebut, dalam bahasa Indonesia dikenal kalimat masdar, yaitu kalimat yang S-nya berupa kata kerja yang dianggap benda.
(1) Memancing adalah hobi saya.
            S                    P
(2) Menulis memang sulit.
          S             P
(3) Menonton bola mengasyikkan.
            S                         P
(4) Berlari melelahkan.         
           S          P     


Kata-kata : memancing, menulis, menonton bola, dan berlari adalah kata-kata kerja yang dianggap sebagai kata benda yaitu aktivitasnya.



Read More

Senin, 19 Januari 2015

Mini Giveaway by izzeyda



Mini Giveway by Izzeyda
Klik Banner untuk join

Mini Giveaway by izzeyda - Pada kesempatan ini Bimbingan Belajar29 mengikuti sebuah Giveaway yang diselenggarakan salah satu sahabat yaitu Mini Giveaway by izzeyda.
Bukan karena hadiah yang disediakan Bimbingan Belajar29 ikut, tapi semua itu untuk mendapatkan teman, sahabat baru bahkan mungkin bisa mendapatkan saudara baik dunia maupun akhirat nantinya. Amin.
Bagi rekan - rekan yang ingin mengikuti Mini Giveaway by izzeyda, silahkan klik banner diatas untuk mengatahui lebih lanjut syarat - syarat dan hadiahnya.
Semoga bermanfaat.


Read More

MONOLOGUE TEXT



Monologue Text

MONOLOGUE TEXT

1. Report Text
Report Text adalah teks yang mendeskripsikan sesuatu atau benda-benda secara umum, contohnya berbagai benda atau fenomena alam, buatan dan sosial yang ada atau terjadi di lingkungan kita. Teks report mengupas suatu hasil pengamatan, penelaahan, penelitian, observasi, atau study tentang benda atau binatang, orang atau tempat.

Report Text hampir sama dengan Descriptive Text yang membedakan adalah objek yang diceritakan berbentuk jamak, sedangkan objek yang diceritakan pada Descriptive Text berbentuk tunggal.

Generic Structure Report Text adalah :
1. General classification (Klasifikasi umum) : pengantar tentang sesuatu atau fenomena yang akan dibahas.
2. Description (Deskripsi) : menerangkan sesuatu atau fenomena yang dibahas, meliputi bagian-bagian, kualitas dan perilaku.

Ciri-ciri Report Text adalah :
1. Menggunakan pola kalimat Simple Present Tense
2. Menggunakan kata benda umum (general nouns)
3. Menggunakan kata kerja yang saling berhubungan (relating verbs)
4. Terdiri dari sebuah objek ditambah objek tentang alam lainnya.
Contoh Report text :
Contoh Report Text

2. NARATIVE TEXT
Narrative Text adalah penggambaran dari peristiwa yang terjadi, yaitu tentang apa (what), oleh siapa (who) dimana (where) dan kapan peristiwa tersebut terjadi (where). Tujuan dari Narrative Text yaitu untuk bercerita ( telling a story). Mengapa kita bercerita? tentu saja untuk membuat orang lain tahu tentang peristiwa dalam cerita tersebut, menghibur orang lain dan untuk menyampaikan gagasan, nilai juga muatan moral tertentu.

1. Jenis-jenis Narrative Text
Narrative Text mempunyai inti cerita yang biasanya hanya berupa imajinasi penulis atau kejadian nyata yang ditangkap oleh penulis atau bahkan bisa gabungan keduanya. Dalam berbagai sumber Narrative Text dapat ditemui dalam bentuk :
a. fables (Cerita tentang binatang yang digambarkan berprilaku seperti manusia)
b. fairy stories (Cerita yang bersifat fantastik, penuh dengan keajaiban)
c. mysteries
d. science fiction
e. romances
f. horror stories
g. legends
h. historical narratives
i. personal experience (pengalaman pribadi yang ditulis)
j. ballads (balada, kisah yang bisa mengharukan pembaca, biasanya berupa cerita cinta yang tak sampai)

2. Struktur Narrative Text
Pada Narrative Text, susunannya adalah sebagai berikut :
a. Orientation
Yaitu pengenalan yang berupa : cerita tentang apa (what is the story about), siapa pelaku dalam cerita itu (who is the participant), dimana cerita itu terjadi (where is the place setting) dan kapan cerita itu terjadi (when is the time setting).
b. Complication atau Problem
Yaitu pada paragraf ini yang menjadi inti dari narrative text. Tanpa ada permasalahan, text ini hanyalah berupa paparan peristiwa satu yang diikuti dengan peristiwa yang lain. Masalah yang timbul dapat dibedakan menjadi :
- Natural Conflict
Yaitu permasalahan yang timbul karena pelaku cerita berhadapan dengan kekuatan alam.
- Social Conflict
Yaitu permasalahan yang timbul karena para pelaku itu saling berhadapan. Mereka bertemu pada waktu yang sama dengan berbeda kepentingan.
- Psychological Conflict
Yaitu Permasalahan yang timbul ketika pelaku cerita itu berhadapan dengan dirinya sendiri. Pertentangan antara nilai baik dan buruk, antara sifat rakus dan tenggang rasa.

Dalam Narrative text, setiap permasalahan yang muncul harus ada penyelesaiannya, bisa ditutup dengan akhir yang menyenangkan (happy ending) atau tidak sedikit berakhir tragis, menyedihkan (sad ending).

3. Ciri Kebahasaan Narrative Text
a. Narrative Text ditulis dengan sudut pandang orang pertama dan ketiga (first and third person point of view) yaitu : I, We, He, She, It
b. Ditulis dengan menggunakan action verbs, yaitu kata kerja yang menunjuk pada kegiatan aksi atau bergerak.
c. Pola kalimat umumnya kombinasi Past Tense. Yaitu berupa, Simple Past Tense, Past Continuous Tense, Past Perfect Tense. Masih jarang ditemui narrative text yang menggunakan Past Future Tense.
d. Menggunakan Direct Speech dan Indirect Speech (kalimat langsung dan tidak langsung)
e. Memakai bahasa imagery. Yaitu berupa :
- Personification : Memberikan gambaran benda tidak hidup seolah-olah seperti manusia.
- Methapor : Memberikan gambaran perbandingan yang tersirat dalam obyek yang lain.
- Smile : Memberikan gambaran langsung yang tersurat.
Contoh :
Contoh Narrative Text


3. RECOUNT TEXT

Recount Text adalah salah satu jenis text dalam bahasa Inggris yang menceritakan kembali tentang kejadian-kejadian atau pengalaman-pengalaman di masa lampau. Tujuan dari Recount Text adalah untuk memberikan informasi atau untuk menghibur pembaca sehingga tidak terdapat konflik.

1. Macam-macam Recount Text :
a. Personal Recount
Yaitu menceritakan tentang pengalaman pribadi penulis
b. Factual Recount
Yaitu laporan peristiwa yang benar-benar terjadi, seperti laporan percobaan ilmu pengetahuan, laporan kepolisian.
c. Imaginative
Yaitu membuat cerita imaginative lalu menuliskan peristiwa atau kejadian yang telah terjadi.

2. Struktur Recount Text adalah sebagai berikut :
a. Orientation
Yaitu pengenalan berupa memberikan informasi tentang siapa, dimana dan kapan peristiwa atau kejadian itu terjadi di masa lampau.
b. Events
Yaitu merupakan rekaman peristiwa yang terjadi, biasanya disampaikan dalam urutan kronologis, seperti : "In the first day... . And in the next day... . And in the last day... ." Pada bagian ini terdapat juga komentar pribadi tentang peristiwa atau kejadian yang diceritakan.
c. Reorientation
Yaitu pengulangan pengenalan yang ada di orientation, pengulangan tentang rangkuman peristiwa atau kejadian yang diceritakan.

3. Ciri Kebahasaan Recount Text
Pada saat membaca Recount Text, akan ditemukan ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut :
a. Menggunakan kalimat dalam bentuk Past Tense.
Contoh : We went to Bandung last year, I was very happy.
b. Menggunakan Action Verbs.
Contoh : went, bought, wrote, slept, dll.
c. Menggunakan Adverbs and Adverbial Phrase untuk mengungkapkan waktu, tempat dan cara.
Contoh : yesterday, at school, quickly, dll.
d. Menggunakan Conjunction dan Time Connectives untuk mengurutkan peristiwa atau kejadian.
Contoh : but, and, after that, dll.

Contoh :

Visiting Bali

There were so many places to see in Bali that my friend decided to join the tours to see as much as possible. My friend stayed in Kuta on arrival. He spent the first three days swimming and surfing on Kuta beach. He visited some tour agents and selected two tours. The first one was to Singaraja, the second was to Ubud. On the day of the tour, he was ready.
My friend and his group drove on through mountains. Singaraja is a city of about 90 thousands people. It is a busy but quiet town. The street are lined with trees and there are many old Dutch houses. Then they returned very late in the evening to Kuta.
The second tour to Ubud was a very different tour. It was not to see the scenery but to see the art and the craft of the island. The first stop was at Batubulan, a center of stone sculpture. There my friend watched young boys were carving away at big blocks of stone. The next stop was Celuk, a cente for silversmiths and goldensmiths. After that he stopped a little while for lunch at Sukawati and on to mass. Mass is a tourist center My friend ten-day-stay ended very quickly beside his two tour, all his day was spent on the beach. He went sailing or surfboarding every day. He was quiet satisfied.

4. DESCRIPTIVE TEXT

Descriptive text is a text which says what a person or a thing is like. Its purpose is to describe and reveal a particular person, place or thing.
Teks Deskriptif yaitu teks yang menjelaskan gambaran seseorang atau benda. Tujuannya adalah untuk menggambarkan atau mengungkapkan orang, tempat atau benda tertentu. Bisa dikatakan juga bahwa Descriptive text adalah teks yang menjelaskan tentang seperti apakah orang atau benda yang dideskripsikan, baik bentuknya, sifat-sifatnya, jumlahnya dan lain-lain.

Struktur Descriptive Text (generic structure) adalah :
1. Identification (identifikasi) adalah pendahuluan , berupa gambaran umum tentang suatu topik.
2.Description (deskripsi) adalah berisi ciri-ciri khusus yang dimiliki benda, tempat, atau orang yang dideskripsikan.

Ciri-ciri Descriptive Text :
- Menggunakan simple present tense
- Menggunakan attribute verb, seperti be (am, is, are)
- Hanya fokus pada satu objek tersebut.

Contoh :

The Bear and Rabbit

Once upon a time, there lived a bear and a rabbit. The rabbit is a good shot. In contrary, the bear is always clumsy and could not use the arrow.
One day, the bear called over the rabbit and asked the rabbit to take his bow and arrows. The rabbit was fearing to arouse the bear's anger so he could not refuse it. He went with the bear and shot enough buffalo to satisfy the hungry family. Indeed he shot and killed so many that there were lots of meats left after.
However the bear did not want the rabbit to get any of the meat. The rabbit could not even taste the meat. The poor rabbit would have to go home hungry after his hard day's work. The bear was the father of five children. Fortunately, the youngest child was very kind to the rabbit. He was very hearty eater. The mother bear always gave him an extra large piece of meat but the youngest child did not eat it. He would take it outside with him and pretended to play ball with the meat. He kicked toward the rabbit's house.When he got close to the door he would give the meat with such a great kick. The meat would fly into the rabbit's house. In this way, the poor rabbit would get his meal.

5. PROCEDURE TEXT
PENGERTIAN PROCEDURE TEXT

Ada tiga definisi "umum" mengenai procedure text :
(1)Texts that explain how something works or how to use instruction / operation manuals e.g. how to use the video, the computer, the tape recorder, the photocopier, the fax.
(2) Texts that instruct how to do a particular activity e.g. recipes, rules for games, science experiments, road safety rules.
(3) Texts that deal with human behaviour eg how to live happily, how to succeed.

Dari keterangan di atas, dapat kita garis bawahi bahwa procedure text adalah
(1) Teks yang menjelaskan bagaimana sesuatu bekerja atau teks yang menjelaskan cara menggunakan pedoman instruksi / penggunaan. contoh : cara menggunakan video, komputer, mesin fotokopi, fax dll.
(2) Teks yang menunjukan cara melakukan aktifitas tertentu. contoh : resep, aturan bermain game, eksperimen ilmiah, aturan keamanan berkendara.
(3) Teks yang berhubungan dengan tingkah laku manusia. contoh : cara hidup bahagian, cara sukses. dll..

The purpose procedural text is to tell the reader how to do or make something. The information is presented in a logical sequence of events which is broken up into small sequenced steps. These texts are usually written in the present tense. The most common example of a procedural text is a recipe.

Tujuan procedure text adalah memberitahu pembaca cara melakukan / membuat sesuatu. Informasi disajikan dengan urutan peristiwa yang logis. Peristiwa tersebut biasanya dibagi menjadi beberapa langkah-langkah terpisah. Teks ini biasanya ditulis menggunakan present tense. Contoh paling umum procedure text adalah resep masakan.

GENERIC STRUCTURE OF PROCEDURE TEXT
Seperti halnya pengertian procedure text di atas, generic structure (susunan umum) procedure text juga ada tiga :
(1) Goal (Maksud atau tujuan)
(2) Material Needed (Materi / alat / bahan yang dibutuhkan)
(3) Methods or Steps (Metode / langkah-langkah)
Catatan : Pada procedure text yang berupa How-to ("Pokoknya berjudul how to"), kadang material needed (materi yang dibutuhkan) tidak disertakan. (aturan tidak wajib dan bisa diubah

Sumber : www.kursusmudahbahasainggris.com


Read More